Data mengejutkan ini disampaikan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar
yang menjadi khatib salat Jumat di Mesjid Lamgugup, Syiahkuala, Banda
Aceh, Jumat (23/9).
Wagub menyatakan data sekitar 20 ribu warga Aceh telah pindah agama itu kini sudah berada di pemerintah.
“Kami
memiliki data berupa nama dan alamat mereka semua. Namun kita tidaklah
harus salahkan mereka (karena berpindah agama), melainkan kesalahan
pribadi dari diri kita masing-masing yang tidak lagi menjadikan agama
sebagai bagian dari kehidupan kita,” sebut Muhammad Nazar dalam
khutbahnya.
Menurutnya, kebanyakan warga yang pihak agama tersebut
adalah kaum muda dari berbagai suku dan kabupaten di Aceh, terutama di
perbatasan. Modus kepindahan agama sejumlah warga Aceh itu didominasi
melalui status perkawinan.
Dijelaskannya, banyak warga non-muslim
yang berpura-pura masuk Islam kemudian menikahi wanita atau pria warga
Aceh. Setelah memiliki anak, warga tadi kembali memeluk agama asal dan
meminta istri atau suami ikut serta dengan alasan cinta.
”Modus
ini terulang berulang di Aceh. Namun karena kita sendiri (warga Aceh)
sibuk berpecah-belah serta melupakan dasar dari agama Islam, sehingga
persoalan itu terabaikan,” katanya.
Apalagi, lanjut dia, sekarang
ini sakralitas agama Islam di Aceh juga mulai hilang. “Provinsi Aceh
kini dikenal di nusantara karena pemarah serta aksi premanisme. Bukan
lagi karena Islam yang mengajarkan lemah lembut kepada saudara
seimannya,” papar dia.
Parahnya lagi, tambah dia, posisi agama
sekarang menjadi nomor dua di Aceh setelah politik. Dengan politik,
orang mau melakukan apapun, seperti memfitnah, menudung orang lain
kafir, serta membunuh.
”Padahal, perilaku ini sangat dilarang
sejak dulu oleh Rasulullah SAW. Semua prilaku ini bukanlah ajaran Islam,
namun kini dipraktekkan di Aceh,” katanya.
Di akhir khotbah
Jumat, Muhammad Nazar meminta jamaah untuk kembali memperkuat uhkuwah
islamiyah serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga,
bermasyarakat, dan bernegara.
”Jika ini mulai hilang. Maka, jangan
salahkan tindakan anak cucu kita nantinya jika mereka mencari agama
baru selain Islam,” katanya. [mor]

No comments:
Post a Comment