Sunday, June 24, 2012

Cukup seberapakah itu ?

Foto: "Cukup, seberapakah itu ?"

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat sipetani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup. !

Sahabat.., Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "CUKUP". 
Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. 
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. 
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. 
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. 
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. 

Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Tidak salah untuk menumpuk kekayaan, tapi ingatlah jangan sampai anda terbunuh karenanya...
karena cinta uanglah banyak orang tersiksa dengan berbagai-bagai duka... 

Arti kata "cukup" adalah ungkapan syukur untuk dapat menikmati berapapun dan apapun yang kita terima, lalu memberi makna baru untuk dapat memberi kebaikan kepada  orang disekitar kita.

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus memberkati..Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat sipetani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup. !

Sahabat.., Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "CUKUP".
Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Tidak salah untuk menumpuk kekayaan, tapi ingatlah jangan sampai anda terbunuh karenanya...
karena cinta uanglah banyak orang tersiksa dengan berbagai-bagai duka...

Arti kata "cukup" adalah ungkapan syukur untuk dapat menikmati berapapun dan apapun yang kita terima, lalu memberi makna baru untuk dapat memberi kebaikan kepada orang disekitar kita.

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus memberkati..

No comments:

Post a Comment